Archive for August, 2009

Batik Banyumas

August 31st, 2009

Sebuah rumah di Jalan Kebutuhan No 13, Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja Banyumas penuh oleh kain batik. Sebagian berupa lembaran kain, yang lain sudah tertata berbentuk hem, rapi. Si empunya rumah, Sugito, 67 tahun, sibuk melipat dan memasukkannya ke lemari kaca. Maklum, belakangan ini pesanan terhadap batik banyumas sedang tinggi.

Sebelumnya, setelah tahun 1970, batik banyumas seperti mati suri. Di pasar sendiri, orang lebih mengenal batik dari Pekalongan, Jogjakarta maupun Solo. Masalahnya ada pada harga. Batik Pekalongan yang banyak beredar di pasar diklaim sebagai batik printing, yakni batik yang dibuat dengan tenaga mesin. “Batik printing hanya membatik pada satu sisi kain, yang lain kosong,” ujar Sugito. » Read more: Batik Banyumas

Helium.com, buat penulis freelance yang ingin mengumpulkan dollar

August 22nd, 2009

Salah satu cara untuk mendapatkan dollar dari internet adalah menulis review. Ada banyak sekali website yang siap membayar kita untuk menulis review. Salah satu yang menurut saya lumayan sekali adalah Helium.com. Mereka membayar para penulis review freelance antara $20 s.d. $200 per tulisan. Tetapi syaratnya juga sangat ketat. Dan tentu saja susah sekali.

Yang pasti bahasa Inggrisnya mesti benar-benar OK. Pengetahuan luas dan tentu saja bukan hasil copy paste atau jiplakan. Kalau kita serius, di sinilah sebenarnya kita bisa menjadikan Helium.com sebagai sumber penghasilan kita. Tapi tentu saja dengan kerja keras dan usaha terus menerus. Segala sesuatu kan butuh perjuangan. Setuju?

Yang pengin bergabung silahkan daftar gratis di Helium.com.

Meminta Kepada Jin

August 21st, 2009
Karena kecapekan habis memulung nggak dapat hasil, Kasan ingin beristirahat di bawah pohon beringin, matanya mengantuk, kakinya terasa pegel semua, perutnya lapar.

Ketika baru saja mau tertidur, tiba-tiba kakinya menginjak sebuah botol. Ketika botolnya diambil tiba-tiba keluar asapnya, seketika itu juga Kasan melompat karena kaget.

“Hua ha ha ha, aku adalah jin botol, tiga keinginanmu bakal aku kabulkan,” Jinnya tiba-tiba berkata sambil tertawa.

“Halah, aku nggak percaya, paling-paling kamu mau menipu aku ya. Dulu aku ini cuakep dan tajir, lha sekarang aku jadi hitam melarat kayak begini gara-gara dibohongi oleh jin kayak kamu” kata Kasan.

“Wah, dulu itu paling kamu ketemu Jin Omdo alias omong doank, tukang penipu. Lha kalau aku ini khan jin baik hati, jadi nggak perlu khawatir. Apalagi kamu sudah telanjur jelek, hitam dan miskin kayak gitu, sudah pasti tidak bakalan jadi lebih melarat lagi, sudahlah aku jamin gak akan rugi.” Bujuk si Jin

“Kalau nggak percaya, silahkan dicoba dulu, kamu mau minta apa?” tantang Jin

“Ya udah, tapi awas loh ya kalau kamu membohongi aku. Aku hajar nanti!!!! Okay, yang pertama aku ingin punya uang banyak sekarung,” Pinta Kasan.

“Pejamkan matamu sebentara” kata Jin. “Tinngg” ketika Kasan membuka matanya, tiba-tiba di depannya sudah ada sekarung uang, seratus ribuan semua.

“Masih nggak percaya??? Ayo sekarang kamu mau minta apa lagi?” tantang Jin lagi.

“Hmmm apa ya sekarang? aku ingin rumah yang buesar lengkap dengan perabotan dan mobil yang mewah, pokoknya lengkap.” Pinta Kasan.

“Pejamkan matamu sebentar!” kata Jin. “Tinngg!!!” ketika Kasan membuka matanya, tiba-tiba ia sudah berada di dalam rumah yang sangat mewah. Kasan gembira nggak ketulungan.

“Lha sekarang tinggal satu permintaanmu yang bisa kukabulkan, pikirkan dengan baik biar nggak menyesal” kata Jin.

Dengan mata terpejam membayangkan, Kasan berkata, “Aku kepingin kulitku jadi putih, telanjang dikerubuti cewek-cewek yang banyak…” pinta Kasan. .

Ketika mau membuka matanya, samar-samar Kasan mendengar suara cewek-cewek ramai dan terasa badannya dipegang-pegang. Tapi kok bau ikan tongkol ya, pikir Kasan mulai curiga.

Pada saat matanya sudah terbuka, Kasan kuaget nggak ketulungan karena ternyata dirinya sudah berada di tengah pasar, ternyata Kasan berubah jadi TAHU!!.. ?